Senin, 08 September 2014

Sepi Dalam Rasa

Hai senja, mungkin sudah terlalu lama aku tak menyapamu dalam rindu. Rindu yang beradu dalam putaran waktu yang terus berlalu. Masihkah aku dalam genggamanmu?

Senja, aku telah berteman sepi. Dia teramat baik terhadapku, dia mengajariku banyak hal. Mengajariku hal-hal yang selama ini mungkin terabaikan begitu saja. Terkadang sepi mengajariku arti kesendirian, memang tidak secara jelas tergambar. Tapi itu cukup membuatku lebih baik dalam mengartikannya.

Sepi adalah tempatku untuk bersembunyi. Dalam sepi aku menemukan diam, tempat dimana aku bebas berteriak dengan segala kekuatan yang aku miliki. Sepi tidak pernah kecewa bahkan marah terhadapku. Bukankah dia sangat baik?

Kepada sang waktu aku ceritakan kisahku. Kepada kenangan aku goreskan keindahan. Kepada hujan aku biaskan pelangi. Tentang segala macam lakon, kecemasan, dan ketakutan.

Senja, bagaimana aku harus meng-eja rasa? Jika membacanya saja aku masih tidak cukup kuasa. Aku tidak mahir untuk menakarnya. Hingga kesendirian datang lagi, sementara separuh jiwa ini dijaga oleh dia yang juga menjaganya. ~



1 komentar:

Unknown mengatakan...

Senja,bersama kopi tanpa gula dibalik tirai hujan dan perbincangan yang menghangatkan.. Berbagi pahit dengan hati tatkala berbincang sendiri..
Tanpamu yang memecah sunyi

Posting Komentar