"sedihnya itu karena kita gak bisa memiliki yang bukan hak kita,
dan kita tau (pasti) itu gak akan mungkin".
Ku tulis sebuah surat teruntuk kau yang tak pernah tersapa oleh raga. Meskipun aku tau tidak akan ada balasan untuk ini, tapi aku hanya ingin melakukannya. Siapa yang tau, kita tidak akan pernah tau sebelum kita mencoba. Semoga saja Tuhan menyampaikannya padamu.
Dengarlah kau yang tak pernah tersapa oleh dekapan. Kadang aku menganggap Tuhan tidak adil, aku terlanjur cemburu melihat mereka bersama sedangkan aku tidak bisa memilikimu. Dengan semua gelak-tawa, keceriaan, bahagia dan menangis bersama. Mungkin aku harus menepi, telah terlalu jauh aku berlayar mencarimu. Terhempas ombak menabrak karang, tapi aku masih tidak menemukanmu. Pada akhirnya aku menangis karena aku menyadari bahwa semua hanyalah ilusi yang tak kunjung usai. Waktu berlalu begitu cepat, hingga aku tidak menyadari apa yang telah aku miliki sekarang.


0 komentar:
Posting Komentar