Sabtu, 29 November 2014

Malam Minggu

Kepada kamu, yang bersedih di malam Minggu

Sudah berapa malam Minggu yang kau lewati dengan pergi entah kemana untuk mencari apa saja demi sesuap rasa yang kau sebut bahagia? Ke restoran cepat saji? Ke sebuah klub malam? Ke tempat pertunjukan musik? Atau ke sebuah taman? Kemana pun kau pergi, kupastikan tujuan akhirmu adalah pulang.
Sudah berapa malam Minggu yang kau lewati bersama orang yang (katanya) mencintaimu? Satu malam? Sepuluh malam? Tiga puluh? Lima puluh? Seratus? Siapa pun dia berapa pun malamnya, kupastikan hanya Ayah dan Ibumu lah yang paling setia menantimu pulang di beranda rumah.
Jika kau pikir bahwa dirimulah yang paling meresahkan di malam Minggu karena tak kunjung memiliki seorang kekasih, kau terlalu egois. Bahwa sesungguhnya yang paling meresahkan ketika malam Minggu adalah seorang Ibu yang menanti putri kesayangannya pulang larut malam. Atau seorang Ayah yang menunggu putra kebanggaannya kembali ke rumah tanpa cedera.
Kepada kamu, siapa saja yang (katanya) paling menyedihkan dan mengkhawatirkan di malam Minggu, terimalah surat ini dengan ukiran senyum paling indah yang kau miliki.
Salam~

1 komentar:

Ramadhani mengatakan...

Baca ini teringat wktu awal2 plg kulh mlm,ayah n ibu selalu nungguin anak gadis a pulang d teras rumah.... Sungguh betapa khawatir a org tua ktka ank a blm berada d rmh, haha,jd sedh... :)

Posting Komentar