Menyendiri bukan pelarian. Rasul shalallaahu ‘alaihi wasallaam pun perlu
menyendiri. Untuk merenung, untuk menghadap kepada Yang Mutlak. Karena itu engkau perlu suatu saat. Untuk menyendiri. Untuk merenung, untuk menghadap kepada Yang Mutlak.
Mereka ingin kamu selalu bersama, tetapi mereka juga tidak mau menerimamu apa adanya. Kamu tahu itu, dan karena itu kamu berkompromi selama ini. Menjadi dirimu yang bukan dirimu, melainkan menjadi dirimu sebagaimana mereka mau. Kamu, yang bukan kamu, tetapi juga bukan mereka. Batinmu selalu berteriak tentang hal itu.
Karena itu sesekali pergilah menyendiri. Tak perlu selamanya, karena hanya orang terlalu kaya yang mempunyai kewenangan menyendiri selamanya. Tidak perlu terlalu lama juga, karena mayat pun bosan berlama-lama di kubur jika tidak ada malaikat bersamanya (semoga bukan untuk menyiksa melainkan untuk menemaninya).
Mereka ingin kamu selalu bersama, tetapi mereka juga tidak mau menerimamu apa adanya. Kamu tahu itu, dan karena itu kamu berkompromi selama ini. Menjadi dirimu yang bukan dirimu, melainkan menjadi dirimu sebagaimana mereka mau. Kamu, yang bukan kamu, tetapi juga bukan mereka. Batinmu selalu berteriak tentang hal itu.
Karena itu sesekali pergilah menyendiri. Tak perlu selamanya, karena hanya orang terlalu kaya yang mempunyai kewenangan menyendiri selamanya. Tidak perlu terlalu lama juga, karena mayat pun bosan berlama-lama di kubur jika tidak ada malaikat bersamanya (semoga bukan untuk menyiksa melainkan untuk menemaninya).

0 komentar:
Posting Komentar