Aku baik-baik saja disini
Jagalah dirimu sendiri
Jika engkau untukku nanti
Allah pasti tuntun hatimu
Melangkah menjemput diri ini
Mencintaimu dibalik layar
Ku tahu dan yakin benar bahwa cinta kan temukan jalannya sendiri. Seberapa jauh semua yang terlihat dan rasakan, segalanya akan berakhir dengan sebuah kepastian (nantinya). Jika memilikimu adalah sebuah kebahagiaan, maka akan kulakukan sebagaimana seharusnya. Kepada engkau yang mengisi relung hati, ingin ku tunjukkan kepadamu betapa kau begitu istimewa. Begitu banyak doa yang ku lafadzkan untukmu dalam waktu fardhuku, semoga suatu hari kau berpaling dan berjalan ke arah yang ku inginkan. Bagaimana bisa ini terjadi? Dalam tiap-tiap kesibukan yang telah menguasai waktuku, ada dua puluh empat jam yang Tuhan berikan dan aku memilih waktu tak lebih dari empat jam untuk memejam. Namun aku bersedia membagi separuh waktu tidurku untuk bangun disepertiga malam, mendokan segala perihal kau kepada Dzat yang Maha membolak-balikkan hati.
Kepada kau, lelaki yang pernah membuatku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Kau adalah salah satu dari segala yang inginku tahu. Akan selalu ada waktu dimana aku menunggu, menunggu waktu dimana Tuhan memberi kesempatan untuk berhadapan denganmu. Setelah lama kita tak lagi mengisi waktu. Bersama dengan bintang menghampar di langit dunia, aku tak pernah berharap kau seperti peramal yang memahami arti diamku. Semoga disetiap kau membuka mata, kau tahu bahwa disini ada perempuan yang senantiasa mendoakanmu dalam lirih.
Entah mengapa, sudah sampai bagian ini aku baru menyadari bahwa aku terlalu sering menyanyikan lagu cinta yang tidak semua liriknya ku hafal dengan jelas. Yang aku ingat adalah, ada kau didalamnya. Teruntuk kau yang ada diujung sana, surat cintaku ini sangatlah buruk. Semoga kau dapat memakluminya, dan mengartikan ini secara lebih dalam. Bahwa ada yang mencintaimu dibalik layar secara diam-diam.
Tahukah kamu, dibalik resahnya kamu, ada yang diam-diam mengagumimu dan tak berani mendekat. Ada yang diam-diam mengamati dan tak berani menyapa namun selalu menggenggam namamu dalam doanya. Ada yang diam-diam bersujud kepada Tuhan, menyerahkan seluruh takdir hanya pada Tuhannya.
Hai kamu yang diam-diam aku doakan dari kejauhan, entah mengapa begitu sulit menghapusmu dari ingatanku. Tak peduli seberapa banyak orang yang berada disekelilingmu dan mungkin salah satu diantara mereka adalah berharga dalam artian satu-satunya. Karena hanya dengan diam adalah caraku mencintaimu karenaNya, menyerahkan semua perasaan hanya pada Sang Pencipta, berusaha sebisa mungkin mencintaiNya, dan menepis rasa cinta yang belum semestinya. Innallaha Ma'ana.


1 komentar:
Superr..
Posting Komentar