Tak pernah memiliki namun merasa kehilangan berkali-kali. Sebab kita terlalu merasa
memiliki sesuatu hingga akhirnya merasa kehilangan.
Ada bagian relung hati yang terbuka jahitannya, terlepas begitu saja karena rasa telah menyeruak. Pada tiap sisinya masih dengan sisa goresan yang belum benar-benar pulih. Rasanya aku tidak ingin memikirkan siapa-siapa. Selain menunggumu, apakah pilihanku hanya merelakanmu? Kehilangan akan terasa setelah kau tidak memilikinya lagi.
Dulu aku terlalu bersemangat untuk hal ini, membayangkan ini itu. Aku berhasil mengimajinasikan segala hal yang membuatku bahagia, bahkan pada hal-hal yang tidak mungkin terjadi. Pada dinding kamar ku goreskan tinta warna-warni, suaraku bebas membising. Ada hujan yang turun dengan deras namun aku tetap dengan duniaku. Namun sayangnya, tidak untuk kali ini. Aku kalah.
Ada bagian relung hati yang terbuka jahitannya, terlepas begitu saja karena rasa telah menyeruak. Pada tiap sisinya masih dengan sisa goresan yang belum benar-benar pulih. Rasanya aku tidak ingin memikirkan siapa-siapa. Selain menunggumu, apakah pilihanku hanya merelakanmu? Kehilangan akan terasa setelah kau tidak memilikinya lagi.
Dulu aku terlalu bersemangat untuk hal ini, membayangkan ini itu. Aku berhasil mengimajinasikan segala hal yang membuatku bahagia, bahkan pada hal-hal yang tidak mungkin terjadi. Pada dinding kamar ku goreskan tinta warna-warni, suaraku bebas membising. Ada hujan yang turun dengan deras namun aku tetap dengan duniaku. Namun sayangnya, tidak untuk kali ini. Aku kalah.


0 komentar:
Posting Komentar