Kamis, 12 September 2013

Kutipan dari Novel Remember When - Winna Effendi




"Mungkin itu jatuh cinta pada pandangan pertama. Mungkin itu hanya perasaan suka. Entah apalah. Yang jelas, aku merasakan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang belum pernah aku rasakan seumur hidupku."
"Terus terang, tidak banyak murid yang sungguh-sungguh suka belajar. Kebanyakan dari mereka hanya belajar karena terpaksa, untuk mendapat nilai bagus, untuk lulus dan modal masa depan nanti."
"Hari senin selalu melelahkan. Pagi-pagi, saat semua orang masih menguap dan pengin bersembunyi di balik selimut untuk limat menit saja tidur lagi, kami harus mengikuti upacara bendera dan bermandian cahaya pukul tujuh pagi yang menyengat."
"Kemudian, rasa kagum itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih."
"Life is a box chocolates, you never know what you're gonna get."
"Aku tidak suka sesuatu yang tidak pasti."
"Semua orang punya apresiasi musik yang berbeda. Bukan berarti genre itu jelek, atau sebaliknya. Namanya juga selera."
"Kata orang, hidup itu seperti roda. Kadang kita diatas, kadang kita ada dibawah."
"Kata Forrest Gump, hidup bagai sekotak cokelat, entah rasa apa yang bakal kita dapetin."
"Hidup juga kayak cuaca. Hari ini bisa hujan, besok bisa cerah. Tapi, lo nggak akan punya hujan selamanya, atau kemarau selamanya. Kita butuh pahit dan manis secara bersamaan, sebuah bentuk keseimbangan."
"Menurut gue, nggak ada orang yang bisa seratus persen bahagia, nggak ada juga orang yang seratus persen sedih."
"Jangan merendahkan diri sendiri. Kamu bukan seperti apa yang orang lain bilang. Kamu adalah kamu."
"Bohong itu seperti gulali yang menghilang diujung lidah begitu diisap. Sekali sebut, lalu dilupakan. Dan, bohong kecil lainnya mengikuti."
"Kadang, lo harus mencoba sesuatu yang baru. Apa lo nggak bosen dengan segala sesuatu yang begitu-begitu saja?"
"...basket tidak segampang kelihatannya, tetapi bukan juga olahraga yang susah."
"Waktu hidup manusia itu nggak pasti. Kita nggak punya kemampuan untuk nentuin masa dan arah hidup kita...."
"Hidup milik kita, juga bukan milik kita sendiri."
"Dia terus bilang ke gue, gue baik-baik aja kok, Rik, tapi dibalik itu, gue tahu semuanya. Gue tahu, tetapi nggak bisa berbuat apa-apa."
"Bagi gue, Nyokap adalah nomor satu, lebih dari anggota keluarga yang lain."
"Dari dulu, dia melihat gue apa adanya, baik sedih maupun senang. Namun, sekarang gue nggak bisa begitu. Kalau gue sedih, dia akan menyalahkan dirinya karena nggak bisa mengerti gue."
"Malam ini terang sekali. Langit memang tanpa bintang, tapi bulan purnama lebih terang dari biasanya."
"Nggak ada segala sesuatu yang pasti didunia ini...."
"Segala sesuatu butuh pertimbangan rasional."
"Cewek itu suka diperlakukan dengan lembut..."
"Gue nggak mau menutupi, mengalihkan pembicaraan, dan lari dari masalah yang gue buat sendiri."
" Tapi, sekarang gue sadar....seharusnya rasa iri itu nggak pernah ada."
"Memaafkan bukan berarti kalah."
"Gue hanya ingin lo bahagia....dengan semua pilihan lo. Apapun kondisinya."
"Cinta itu nggak memiliki, Gi. Begitu pula dengan gue; walaupun sekarang rasanya sakit."
"When you make decisions, you deal with consequences."

**Tiramissyou

0 komentar:

Posting Komentar