Kamis, 17 September 2020
Kenangan Lama
06.00Rabu, 16 September 2020
Sederhana Saja
07.52Day 2 : Things That Makes You Happy
#30dayswritingchallange
Welcome to day 2
1. Menggambar
Duh, ini jadi moodbooster (banget) sih. Saking senengnya kalau ngegambar, suka ngebagi-bagiin hasil karya juga ke orang lain. Ada aja, mulai dari coretan kecil yang ngasal, gambar seadanya, sampai sketsa tipis-tipis dengan penanda disudutnya. Tapi ada aja yang nerima, nggak tau deh beneran suka atau enggak. Faktanya, menggambar juga bisa jadi salah satu cara buat memproses informasi dan memecahkan masalah. Bahkan bisa lebih baik dalam menyimpan informasi daripada mendengarkan. Cakep nggak tuh??
Aku pribadi, lebih dulu mengenal lukisan natural dari sejak kecil. Banyak karya yang berseliweran dirumah, sisa cat yang mulai mengering, ujung kuas yang kaku, tetesan warna-warni dilantai sampai air dalam wadah yang mulai menghitam. Itu semua cukup untuk menjadi bekal, "oh, ini tak asing lagi". Lalu gimana untuk prosesnya?? Aku belajar, mandiri. Semua aku cari tau sendiri, nggak bisa bilang otodidak juga. Tapi menggambar dan melukis juga punya benang merah yang nggak sama dan cinta pertamaku adalah menggambar.
Belakangan ini, karya yang paling banyak itu adalah mencoret. Nama kerennya "Doodle Art". Banyak yang udah aku pelajari, kadang suka dijadiin kode kalau "laper" langsung aja ngegambar mangkok isi mie pake kuah. Hahaa.. It's simple. Aku suka setiap kali memulai sketsa, coretan pertama, menebalkan garis, menghapus bekas pensil, finishing. Ada rasa puas tersendiri yang meskipun nggak semua orang bisa mengapresiasi tapi aku senang dengan proses dan hasilnya.
2. Lampu Kota Malam Hari
3. Suara Hujan
4. Petrichor
5. Kitten
6. Dandelion
7. Biru
8. Didengar
9. Sayuran dan Buah Supermarket
Cukup 9 hal karena 7 terlalu mainstream, kalau 10 itu genap. Lebih dari itu takut kebanyakan, kurang dari itu bisa 1, 3, 5 juga bilangan prima. Udahlah 9 aja, 1 yang dijelaskan sisa 8 yang berkesinambungan dengan point nomer 8. Sampai ketemu hari ketiga.
200916, Katir behind me.
Senin, 14 September 2020
Aku dan Jejak Kulacino
23.02Day 1 (Describe Your Personality)
#30dayswritingchallange
Seperti kulacino. Aku, adalah jejak yang sengaja ditinggalkan.
Di awal memang "agak" susah untuk membiasakan hal-hal yang sudah jarang dilakukan dan memilih memulai kembali. Menulis salah satunya. Terlebih menjelaskan tanpa menggurui tentang siapa "aku". Begitu banyak pertimbangan, seharusnya mereka tidak perlu tahu atau apa yang akan mereka pikirkan nantinya? Tentu saja, ini semua bagian dari jejak kulacino yang aku tinggakan.
Sulung, tumbuh mengeksplor diri sendiri dengan caranya. Masih sering melabel diri dengan introvert meski seringkali terjebak dalam ambivert. Senang dengan hal mengamati, memantau, dan terjebak dibalik layar. Berlatih mandiri, menyukai hal-hal kecil tak terduga, meskipun terlihat cuek dan acuh ketika pertama bertemu. Nyatanya menjadi introvert didunia yang bising bukan perkara yang mudah. Sering terlihat pendiam, padahal seisi kepalanya sangat riuh, banyak yang ingin diucapkan namun terlalu banyak kekhawatiran yang dirasakan sampai harus ditelan kembali. Berat ya??
Mencari jati diri, melawan ego, menahan amarah semua terekam jelas. Mencoba menjadi pendengar yang baik, belajar dengan memperhatikan dan mengasah sendiri. Aku bersyukur, setiap tulisan tersimpan makna mendalam seiring waktu berjalan. Aku dan jejak kulacino-ku.
200915, Katir behind me.
Selasa, 31 Maret 2020
Pura Pura (Luka)
08.44Kamis, 07 Juli 2016
Untuk Mama, Aku Pulang
18.45Ma.. Adek punya sebuah surat kecil untuk mama. Mungkin ini nggak berarti apa-apa dibandingkan semua hal yang udah mama lakuin terutama dalam hidup adek. Ma, kita pernah hidup berbatas jarak ratusan kilometer jauh dari tempat kita biasa berkumpul. Kadang itu membuat rindu menusuk hati. Disaat adek benar-benar terpuruk, adek berharap ada mama disisi adek. Tapi Allah pasti punya cara tersendiri untuk membuat hamba-Nya lebih kuat & tegar. Ma.. Ada sesuatu yang mau adek kasih untuk mama. Mungkin sebenarnya mama juga bisa beli barang itu dengan uang mama. Mama bisa dengan mudah pilih sesuai yang mama mau, bahkan lebih bagus dari yang adek bisa kasih ke mama. Ma, mungkin harganya memang nggak seberapa, bentuknya yang sederhana juga kecil. Tapi mama harus tau satu hal kalau ini adek beli dengan uang yang adek dapat dari hasil kerja keras adek. Mama nggak perlu tau adek dapat uang dari mana, yang pasti uang ini halal dan bukan dari hal yang aneh-aneh. Ma, maaf kalau adek belum bisa kasih ke mama suatu hal yang berharga dan suatu hal yang mama impikan sejak lama. Lewat barang yang kecil ini, adek berharap sama Allah suatu hari adek bisa bawa mama naik haji bahkan adek berharap kita bisa sama-sama kesana. Semoga mama suka dengan hadiah kecil dari adek, mama pasti jadi lebih cantik meskipun sebenarnya mama adalah wanita tercantik pertama yang adek kenal sejak lahir. Ma.. semoga mama selalu dalam lindungan Allah & sehat wal afiat. Adek sayang mama.
Jumat, 24 Juni 2016
Meringis
09.38Selasa, 26 April 2016
Berantakan
07.48"yang berubah hanya tak lagi ku milikmu..."
Sejak beberapa hari lalu aku telah memikirkan hal ini, aku menunggu datangnya malam seolah esok terlalu pahit untuk dilalui. Apa yang sebenarnya dicari? Apa yang sebenarnya ingin dikejar dan digapai? Kerelaan akan membawa kita pulang, jauh ke tempat kita bisa saling menyapa tanpa curiga. Kerelaan akan membawa kita kepada waktu, ketika satu tambah satu tak mesti jadi satu. Aku ingin berdua denganmu diantara daun gugur, membasahi wajah dengan tetesan hujan, dan berlari kecil setelah dandelion kita terbangkan. Sederhananya, aku ingin kau disini. Nyatanya selalu ada tanya yang cuma bisa dijawab oleh waktu.
Pagi ini ku awali dengan sebuah untaian doa yang ku panjatkan untukmu dan juga untukku. Aku sudah yakin benar bahwa ini akan dilalui, kau berdua bersamanya saat aku juga merasakan seseorang sedang menanti kedatangan seseorang yang lain. Tapi aku tahu bahwa akan ada dan pasti ada. Orang yang bisa menerimamu sedemikian rupa.
Dua hari yang lalu, aku bersiap memohon kepada Tuhan bahwa aku akan melewati sebuah masa dimana aku harus keluar dari sebuah zona nyaman. Lebih tepatnya aku akan memperlebar sebuah zona; nyaman. Tuhan, aku takut (kala itu), aku bukan tidak pernah meminta sesuatu yang terbaik tetapi aku hanya sedikit ragu. Tekadku telah bulat, bagaimanapun aku menghindar semua tetap akan terjadi. Aku berseru, kenapa terlalu cepat bahkan disaat yang bersamaan? Jika ikhlas adalah mengarahkan hati senantiasa hanya kepada sang Maha Penguasa dalam keadaan apapun, maka itulah yang aku lakukan saat itu tiba. Ku gantungkan semua harapan itu kepada-Nya. Hitungan jam, aku tak lagi peduli dengan apa yang aku khawatirkan. Aku mencoba terbiasa, terbiasa bahkan hingga pada akhirnya terlanjur biasa. Aku tahu akhirnya memang akan begini. Seseorang itu bertanya tentang matahari yang pasti terbit, dan aku menjawab seperti apa yang seharusnya. Lalu ia dengan senyumnya membalas semua dengan remeh-temeh. Mungkin iya jika ia tidak menginginkanku hadir dan biar dia yang menjagamu. Aku tidak peduli, karena aku hadir disana bukan hanya kemauanku tetapi kau yang memintaku hadir. Dia mungkin juga mencoba terbiasa, hanya saja sedikit banyaknya aku bisa mengerti. Memahami bahwa ini bukanlah satu hal yang terlampau mudah untuk dilewati, jika dia membantah berarti begitulah sifat yang ia miliki sebenarnya. Menurutku dia terlalu memincingkan mata, hingga semuanya merasa ditolak mentah-mentah. Aku paham benar bahwa tidak ada yang bisa sempurna dalam menerima, tetapi manusia mencoba mendekati kesempurnaan seharusnya.
Dengarlah, tulisanku telah berantakan. Baca saja, terserah pada bagian mana kau merasa cukup dan berhenti membaca. Tapi terimakasih karena telah singgah.





