Selasa, 04 Juni 2013

Kamu Akan Mengerti Setelah Mengetahuinya

Ada hal yang terkadang tidak bisa kita mengerti dan tidak harus dipaksakan untuk dimengerti..
Lakukan apa yang seharusnya dilakukan sebatas kemampuan yang dimiliki..
Itu sudah cukup..
Manusia yang tidak pernah bersyukur selalu akan tidak pernah puas dan selalu mengalahkan keadaan..
Sejatinya dia telah menyiksa dirinya sendiri..
Kita tidak akan pernah bisa menjadi diri kita jika kita selalu mengukur diri kita dengan apa yang diinginkan orang lain..
Seekor ulat pun menjadikan dirinya kupu-kupu, menjalani penderitaan yang luar biasa, suatu proses yang menyakitkan..
Tapi ketika dia bisa fokus untuk mengubah dirinya dengan segala pengorbanannya tanpa harus peduli dengan keadaan diluar sana, hujan, terik matahari, angin, bahkan suara-suara sumbang..
Ketika dia berhasil, dia menjadi daya tarik setiap orang yang melihat karena kecantikan dan keindahannya..

Minggu, 02 Juni 2013

Perahu Kertas di Ujung Senja

Senja hari ini mengisyaratkan perpisahan yang paling mengesankan. Goresan cahaya kemerahan matahari menari indah. Langit senja menggoreskan sebuah lukisan sang waktu yang bergerak dan hilang.  Apa pertanyaanmu tentang hari ini? Bagaimana jika sejenak kau berhenti dan memikirkan kehidupanmu?
Kau adalah sebuah mimpi yang harus diperjuangkan. Aku adalah bagian darimu. Percayalah.
Lihatlah berkas cahaya diujung sana,  ada aku yang tersenyum untukmu. Melihatmu dengan mahkota indah, yang kau rangkai dari rumput-rumput kering tepi danau. Apakah kau ragu? Padahal aku selalu menggenggam erat tanganmu. Apa yang kau takutkan? Aku tak meninggalkanmu. Hanya saja aku sedang berlayar dengan perahu kertasku.
Jika kau rindu, buatlah sebuah perahu kertas bewarna merah. Aku menyukainya dan aku pikir kau mengetahuinya. Entahlah. Buatkan saja, dengan setulus hatimu. Agar rindumu tersampaikan melalui perahu kertas ini untukku di ujung senja.
Sudah pukul berapa sekarang? Aku harus segera pergi, senja menungguku. Aku akan kembali, suatu hari nanti.



♥ Tiramissyou 02 Juni 2013

Senin, 22 April 2013

Peri Danau


Aku berteduh dari lebatnya hujan air mata, diselembar ilalang di tepi danau.
Sendiri, tanpa pernah ada peri-peri yang menemani.
Dingin, panas, rapuh dan tegar aku hadapi sendiri.
Jiwaku beku, tapi hatiku terasa hangat saat anak-anak kecil itu mengibaratkan aku payung mereka.
Sedikit banyak aku paham tentang semua ini, mereka bagaikan kumbang-kumbang kehidupan.
Tapi disatu sisi, ada aku yang lain, yang sedang memperjuangkan hidupnya.
Tapi aku yang lain masih terlalu jauh untuk dapat aku dekap.
Kenyataan ini harus aku telan pahit-pahit.
Dengan sisa kemampuanku, aku sedikit dapat bertahan melawan pedihnya masa lalu, berdiri tegar meskipun berkali-kali aku terjatuh tanpa ada yang pernah peduli.
Aku tidak meminta uluran tangan peri-peri lain.
Terkadang aku benci peri-peri, tapi tidak pernah dipungkiri, kenyataannya aku juga seorang peri.





 

Tiramissyou 02 Juni 2013